Title :
Fall Into Your Heart
Author :
Lee Jin Mi
Main
Cast :
Kim Jongin or Kai EXO
Park
Hyojin or Hyo (OC)
Genre :
Romance
Length :
Chapter
Anyyeong ^^ ini fanfic pertama gue dan tokohnya adalah kai exo alias abang gue paling yang ganteng jadi maaf kalau cerita
dan alurnya gaje banget. Maaf juga kalau ada typo nya. Gue cuman manusia biasa
yang penuh dosa.
Cerita, karangan, dan OC milik gue. Kim Jongin juga punya
gue. Eh ngga deh, kim jongin punya Tuhan Yang Maha Esa.
‘Fall Into Your Heart’
Hyo pov.
“Kai-ah, kajja kita pulang!” panggilku seraya berlari menuju
perpustakaan. “eh, kemana anak itu? Tadikan dia ada disini.” “hei!” kejut
seorang namja sambil menepuk pundakku. “WAA!” ketika aku menoleh kebelakang,
“ternyata kau Kai! Mengagetkan saja. Kalau jantungku copot bagaimana?” omelku.
Hah, aku benar benar terkejut dibuatnya! “sudah, tidak usah berlebihan” jawab
Kai. Huh, enteng sekali dia menjawabnya “kau darimana saja? Aku mencarimu!”
omelku lagi. “justru aku yang harus tanya. Darimana saja kau? Pergi tidak
bilang-bilang” tanya Kai dengan suara sedikit tinggi. Bisa dibilang, Kai
sedikit mengerikan jika berbicara dengan suara tinggi. “hehehe, mian. Tadi aku
terlalu haus. Jadi aku tidak bilang padamu kalau aku mau membeli minum” kataku
sambil cengengesan. “nih, aku juga membelikanmu minum” aku memberikan bubble
tea yang ku pegang sedari tadi kepada Kai. “gomawoyo” Kai berterimakasih dengan senyum yang merekah. Kemudian hening karena asyik meminum bubble tea masing-masing.
“kajja, kita pulang” Kai memecahkan keheningan. Kai berjalan menuju mobilnya
yang ia parkir di parkiran sekolah. Aku sebagai anak yang penurut, mengikuti
dari belakang.
Begitu keseharian kami. Setiap jam pelajaran sekolah habis,
kami selalu pulang bersama. Sebenarnya, aku merasa sedikit kasihan sama Kai.
Ya, dia harus menjemputku untuk pergi ke sekolah dan harus menungguku yang
kadang suka telat bangun. Dia juga harus mengantarku untuk pulang ke rumah dengan
selamat. Yah, mungkin itu sudah kewajiban seorang sahabat. Kkk~ eh ia, apakah
kalian sudah tau namaku? Kalau begitu, perkenalkan. Park Hyojin imnida. Panggil
aku Hyo. Dan seorang namja yang ditakdirkan untuk menjadi sahabatku itu,
bernama Kim Jongin. Aku tidak tahu, kenapa dia tidak suka dipanggil Jongin. Dia
lebih ingin untuk dipanggil Kai. Yah, walaupun kurasa nama Jongin sedikit
kampungan. Tolong jangan beritahu dia apa yang kubicarakan barusan yaa!
Bisa-bisa aku habis dimakan Kai. Oh ia aku lupa, Kai kan bukan kanibal. Kalau
kau bertanya tentang fisik Kai, aku tidak bisa menjelaskannya. Yang penting,
Kai itu sangat tampan. Tetapi tidak tau kenapa, aku masih menganggap dia tidak
lebih dari seorang sahabat. Aku dan Kai tidak sekelas. Aku kelas 2-2, sedangkan
Kai kelas 2-1. Dan, aku sering mengangeni dirinya walaupun kelas kami
bersebelahan. Aku juga sering dilanda rasa bosan jika sedang belajar mata
pelajaran yang sangat ku benci. Contohnya matematika. Aku tidak bisa mengobrol
dengan Kai lagi untuk menghindari kebosanan seperti kelas satu dulu.
-skip-
Tiiin… Tiiiiiin…..
Terdengar suara klakson mobil yang ada di depan halaman
rumahku. Aku tau, pasti itu Kai. Dan aku yakin, kalian juga pasti tau kalau itu
Kai. Aku segera menyambar sepatu ku dan memakainya. “Eomma, Appa, aku pergi
dulu ya. Annyeong” aku pamit kepada kedua orang tuaku. “Ye. Hati-hati Hyo”
Aku berlari ke dalam mobil Kai. Membuka pintunya, kemudian duduk. “berangkat
sekarang?” tanya Kai. “menurutmu? Yaiyalah berangkat sekarang. Emang kau mau
menunggu disini sampai tahun depan?” jawabku sewot. Toh, Dia mengajukan
pertanyaan yang tidak masuk akal. “Ah, aku kan hanya ingin membuka percakapan
di pagi hari yang cerah ini. Jangan sewot dong” Kai menatapku dengan sedikit
menggembungkan pipinya. Aku mencubit pipinya gemas. Ihihi.. kalau Kai sedang
menunjukkan wajah seperti itu, dia terlihat sangat lucu! “yaudah Kai, ayo
berangkat sekarang. Nanti malah telat” kemudian Kai menancapkan gas dan melaju
menuju sekolah.
-skip, pulang sekolah-
“Kaaaiiii” panggilku dengan sedikit teriak sembari
melambaikan tangan pada kai “oh hai, hyo? Kau kangen denganku?” “mwo? Kangen
denganmu? Tidak salah? Mana mungkin aku kangen denganmu” kenapa Kai bisa tau
kalau aku kangen dengan dirinya? “ah tidak usah bohong. Terlihat dari sorot
matamu kok” KENAPA DIA BISA MENGETAHUINYAAA? Apakah wajahku terlihat meragukan?
“tuh kan, wajahmu memerah. Sudahlah, tidak usah bohong padaku” apaaa? Wajahku
memerah? Ah aku malu sekali
“sudah ah. Tidak usah dibahas. Oh ia, kau mau menemaniku ke toko
buku tidak? Ada buku yang haru aku beli nih” “tenang saja. Aku akan menemani
kau kemana saja termasuk ujung dunia pun” “betul nih, kau mau menemaniku
termasuk ke ujung dunia sekali pun?” “eh, engga jadi deh, hehe” dasar Kim
Jongin plin plan.
Kami segera masuk ke dalam mobil dan dan pergi melesat ke
tempat yang di tuju.
Dan akhirnya, kami sampai ke tempat yang di inginkan. Aku mulai mencari buku yang diperlukan. Sejak masuk, aku telah meninggalkan Kai yang berdiri di pintu. Karena aku tidak ingin membuang waktuku hanya untuk berdiri di pintu masuk. "Ah, ini dia." desahku lega karena telah menemukan yang sedari tadi aku cari.
Kai pov.
Dasar hyo. Masa aku di tinggalkan begitu saja di depan pintu masuk? Tidak ada salahnya kan mengajakku untuk mencari buku yang dia perlukan? Yasudah lah. Aku ikut mencari buku saja. Bagusnya, aku mencari buku apa ya? Bagaimana kalau novel? Walaupun aku tidak terlalu suka novel. Aku lebih menyukai buku-buku pengetahuan atau motivasi.
Setelah berlama-lama mencari novel yang menurutku menarik, aku mulai mencari Hyo yang belum aku lihat sama sekali setelah dia meninggalkan ku tadi.
Aku mengelilingi rak-rak buku yang ada. Tetapi dari 5 menit yang lalu, aku belum juga menemui Hyo. Dia tidak akan pulang sendiri kan? Selalu saja dia begini. Hilang dari pandangaku tanpa izin. Masih ingatkan saat dia meninggalkan ku di perpustakaan? Aduh hyo... Selalu saja kau membuatku khawatir.
"Kaaai!" aku seperti mendengar teriakan yeoja dari belakangku. Tapi terdengar sedikit samarsamar. Aku mengabaikannya karena ku pikir itu hanya pikiran ku saja. "Kaaaaaai!!" tiba-tiba terdengar lagi teriakan yeoja yang seperti ku dengar tadi. Kali ini terdengar lebih jelas. Dan sepertinya, aku mengenal suara itu. "Kaaaai! Ini aku hyo! kau dengar tidak sih?" aaaah ternyata suara Hyo. "Ah ternyata kau Hyo. Aku pikir hanya halusinasi ku saja. hehe" "memangnya suara ku terdengar menyeramkan?" hyo sedikit memukul lenganku. Ku lihat juga mukanya sedikit kesal. "hehe nggak gitu juga. Kau jahat sekali sih meninggalkan ku" aku mulai memasang tampang bete. "hehe mian kai. tadi aku ingin cepat-cepat" "tetapi kan kau bisa menarik tanganku Hyo" aku memasang tampang sedih. "aduh jangan nangis dong kai. duitku nggak cukup buat beliin balon" "Hyoooo aku bukan anak keciil" "hehe just kidding kai"
"hyo, udah bayar bukunya?" aku bertanya pada hyo. "udah nih" hyo memamerkan bungkus plastik. "yasudah. tunggu disini dulu ya. aku mau ke kasir dulu" aku pergi meninggalkan hyo di tempatnya.
-TBC-
Kai pov.
Dasar hyo. Masa aku di tinggalkan begitu saja di depan pintu masuk? Tidak ada salahnya kan mengajakku untuk mencari buku yang dia perlukan? Yasudah lah. Aku ikut mencari buku saja. Bagusnya, aku mencari buku apa ya? Bagaimana kalau novel? Walaupun aku tidak terlalu suka novel. Aku lebih menyukai buku-buku pengetahuan atau motivasi.
Setelah berlama-lama mencari novel yang menurutku menarik, aku mulai mencari Hyo yang belum aku lihat sama sekali setelah dia meninggalkan ku tadi.
Aku mengelilingi rak-rak buku yang ada. Tetapi dari 5 menit yang lalu, aku belum juga menemui Hyo. Dia tidak akan pulang sendiri kan? Selalu saja dia begini. Hilang dari pandangaku tanpa izin. Masih ingatkan saat dia meninggalkan ku di perpustakaan? Aduh hyo... Selalu saja kau membuatku khawatir.
"Kaaai!" aku seperti mendengar teriakan yeoja dari belakangku. Tapi terdengar sedikit samarsamar. Aku mengabaikannya karena ku pikir itu hanya pikiran ku saja. "Kaaaaaai!!" tiba-tiba terdengar lagi teriakan yeoja yang seperti ku dengar tadi. Kali ini terdengar lebih jelas. Dan sepertinya, aku mengenal suara itu. "Kaaaai! Ini aku hyo! kau dengar tidak sih?" aaaah ternyata suara Hyo. "Ah ternyata kau Hyo. Aku pikir hanya halusinasi ku saja. hehe" "memangnya suara ku terdengar menyeramkan?" hyo sedikit memukul lenganku. Ku lihat juga mukanya sedikit kesal. "hehe nggak gitu juga. Kau jahat sekali sih meninggalkan ku" aku mulai memasang tampang bete. "hehe mian kai. tadi aku ingin cepat-cepat" "tetapi kan kau bisa menarik tanganku Hyo" aku memasang tampang sedih. "aduh jangan nangis dong kai. duitku nggak cukup buat beliin balon" "Hyoooo aku bukan anak keciil" "hehe just kidding kai"
"hyo, udah bayar bukunya?" aku bertanya pada hyo. "udah nih" hyo memamerkan bungkus plastik. "yasudah. tunggu disini dulu ya. aku mau ke kasir dulu" aku pergi meninggalkan hyo di tempatnya.
-TBC-

rasa saya chapter awal masih biasa2 saja. LANJUTKAN! (Park Ha Sun, jin mi's friend)
BalasHapus